Seputar Saham

Apa itu Saham?

Cara Mulai Berinvestasi Saham

Untuk dapat bertansaksi saham maka kita harus menjadi nasabah perusahaan sekuritas. Berikut ini caranya:

1. Membuka Rekening Efek di Mirae Asset Sekuritas
Silahkan WA/Call Ardiawan di 0878-8941-2601.
Tidak ada biaya pembukaan akun & tidak ada biaya bulanan apapun.

2. Proses Pembukaan Akun
Setelah 4-7 hari kerja, Nasabah akan menerima email resmi dari Mirae Asset Sekuritas mengenai informasi Rekening Efek dan Rekening Dana Investor (RDI) milik Nasabah.

3. Melakukan Setoran Awal
Nasabah mentransfer dana minimal Rp 10.000.000,- (10 juta rupiah) ke Rekening Dana Investor (RDI) atas nama Nasabah yang dapat digunakan untuk membeli saham atau reksadana.

4. Akun Aktif & Siap Digunakan
Nasabah dapat mengakses aplikasi HOTS (Home Online Trading System) di smartphone atau PC secara gratis. Nasabah akan dipandu & dibimbing untuk penggunaan aplikasinya. Selain itu, ada tutorial dalam bentuk PDF dan video.

5. Layanan dan Dukungan untuk Nasabah
Kami selalu siap membantu Anda kapanpun.
Tersedia Free VVIP Grup khusus Nasabah.

Cara Mudah dalam Memilih Perusahaan untuk Ditabung Sahamnya

Menabung saham saat ini semakin populer apalagi setelah pemerintah melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan program "Yuk Nabung Saham" sejak November 2015.

Adapun potensi keuntungan dari menabung saham yaitu dari kenaikan harga saham jangka panjang (capital gain) & pembagian dividen atas laba bersih. Agar berjalan dengan efektif, sebaiknya kita tetap selektif dalam memilih saham perusahaan yang ingin ditabung.

Apa saja sebaiknya kriteria dari perusahaan dalam menabung saham:

  • Termasuk dalam kategori saham blue chip. Di Indonesia, saham blue chip direpresentasikan oleh 45 saham yang masuk terdaftar di indeks LQ45.
  • Laporan keuangan perusahaan yang sehat dan mampu menghasilkan laba yang tinggi
  • Manajemen yang baik. Jarang terkena kasus dan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap regulasi yang berlaku.
  • Pilih sektor yang defensif, seperti barang konsumsi dan perbankan
  • Memiliki daya saing atau keunggulan di pasar, produk atau jasanya banyak digunakan oleh masyarakat

Dari 45 saham yang masuk indeks LQ45, maka kami mendapati beberapa saham yang masuk dalam kriteria di atas yaitu BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, ICBP, TLKM, UNVR.

TLKM walaupun termasuk sektor infrastruktur tetap saya masukkan karena merupakan perusahaan yang bagus dan pemimpin di industri telekomunikasi.

Saham Pilihan Nabung Saham

Kode SahamNama PerusahaanSektor IndustriKenaikan Harga Saham dalam 5 Tahun TerakhirDividen Yield Per TahunPER (Price Earnings Ratio)PBV (Price Book Value Ratio)
BBCABank Central Asia TbkFinansial163%0.31%25.9x4.4x
BBNIBank Negara Indonesia (Persero) TbkFinansial101%2.73%11.5x1.6x
BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) TbkFinansial158%2.77%15.1x2.7x
BMRIBank Mandiri (Persero) TbkFinansial80%2.68%13.7x1.9x
ICBPIndofood CBP Sukses Makmur TbkBarang Konsumsi91%1.57%26x5.5x
TLKMTelekomunikasi Indonesia (Persero) TbkInfrastruktur66%4.44%19.7x2.9x
UNVRUnilever Indonesia TbkBarang Konsumsi61%0.83%41.2x49.6x

*Data per tanggal 20 Maret 2019, diolah oleh www.nabungsaham.id

Keterangan:

Dividend Yield adalah Jumlah Dividen Tahunan per Lembar Saham dibandingkan dengan Harga per Lembar Saham perusahaan saat ini. Semakin tinggi dividend yield, semakin besar arus kas yang diterima investor dari saham hasil investasi.

PER (Price Earnings Ratio) adalah rasio valuasi Harga per Lembar Saham perusahaan saat ini dibandingkan dengan Laba Bersih per Lembar Sahamnya. Semakin tinggi nilai PER, maka dianggap semakin mahal harga sahamnya.

PBV (Price Book Value Ratio) adalah rasio valuasi Harga per Lembar Saham perusahaan saat ini dibandingkan dengan Nilai Buku per Lembar Sahamnya. Saham yang memiliki rasio PBV yang besar bisa dikatakan memiliki valuasi yang tinggi (overvalue) sedangkan saham yang memiliki PBV dibawah 1 memiliki valuasi yang rendah (undervalue).